Selasa, 06 Mei 2014

Pembangunan & Modernisasi

PEMBANGUNAN DAN MODERNISASI
(Abdul Kodir , Widyaiswara Madya Kemenag, BDK Bandung)
Pengertian Pembangunan .
Kata pembangunan di Indonesia sudah menjadi kata kunci bagi segala hal. Kata Pembangunan secara umun diartikan sebagai "suatu usaha untuk memajukan masyarakat dan warganya. Konotasinya sering kali yang dimaksud ialah sebagai kemajuan yang dicapai oleh sebuah masyarakat dibidang ekonomi"(Arief Budiman,1996,2)
Pengertian diatas bagi rakyat kecil yang tergusur oleh adanya aktivitas pembangunan,sering kali mempunyai arti lain:pembangunan merupakan malapetaka yang telah mendamparkan hidup mereka . Bahkan demi pembangunan itu sendiri penguasa sering membatasi bahkan memberangus mas media ataupun para pemikir yang kritis terhadap rakyat kecil.
Menurut  Sudjana pembangunan :"sebagai upaya terencana dan sistematis yang dilakukan oleh , untuk dan dalam masyarakat guna meningkatkan kualitas hidup penduduk dalam semua aspek kehidupan ".(Sudjana, 2001,261). Adapun tujuan pembangunan itu sendiri untuk terjadinya "(a) peningkatan kualitas hidup dan kehidupan masyarakat (b) pelestarian dan peningkatan kualitas lingkungan (c) terjabarnya kebijaksanaan dan program pembangunan ".
Menurut Tilaar (1997: 3)ada dua pengertian yang implisit dalam arti pembangunan. ;Pertama, pembangunan bukanlah semata-mata untuk mencapai tujuan dan target pembangunan itu sendiri, tetapi pembangunan diadakkan untuk memperbaiki tarap hidup manusia. Atau dengan kata lain pembangunan untuk manusia dan bukan sebaliknya manusia untuk pembangunan. Kedua pembangunan dilaksanakan oleh manusia dan untuk manusia”.

Pengertian pembangunan dapat ditinjau dari segi sistem dan gerakan. Sebagai sistem pembangunan adalah bagian dari supra sistem pembangunan nasional. Hal itu Mencakup  komponen yang saling berhubungan antara yang satu dengan lainnya dan berproses untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.Komponen pembangunan mencakup masukan lingkungan , sarana,masukan mentah, proses serta keluaran. Masukan lingkungan terdiri alas sumber daya manusia dan sumber daya alam. Masukan sarana meliputi program, fasilitas, pengelolaan dan Maya. Sedangkan masukan mentah adalah seluruh masyarakat diwilayah bersangkutan . Masukan proses terdiri atas rangkaian kegiatan semua komponen yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan. Keluaran merupakan tujuan sistem, adalah kualitas masyarakat yang lebih meningkat dalam semua aspek kehidupan serta terbinanya lingkungan yang lestari dan kondusif untuk upaya pembangunan selanjutnya.
Sebagai gerakan, pembangunan mengandung arti sebagai usaha sadar, sistematis, dan terarah yang diselenggarakan oleh dan untuk masyarakat untuk merubah tarap kehidupan masyrakat kearah kehidupan yang lebih baik. Menurut pengertian ini terkandung makna bahwa masyarakat bersama-sama melibatkan diri dalam proses perencanan , pelaksanaan,penilaian, dan tindak lanjut kegiatan pembangunan untuk memenuhi kebutuhan kepentingan bersama.
Dari uraian tersebut diatas kiranya dapat diambil kesimpulan, bahwa pembangunan mempunyai banyak pengertian,serta bisa ditinjau sebagai sistem dan gerakan. Namun pada intinya pembangunan itu sendiri adalah usaha untuk meningkatkan tarap hidup dan kehidupan masyarakat , pembangunan oleh manusia dan dilaksanakan oleh manusia untuk manusia.
Alat Ukur pembangunan
1.Kekayaan rata-rata.
Pertumbuhan ekonomi pertama tama dipakai sebagai arti pembangunan. Bila suatu masyarakat berhasil mencapai suatu pertumbuhan ekonomi yang tinggi , maka dapat dikatakan bahwa masyarakat itu telah berhasil melaksanakan pembangunan. Dengan demikian yang diukur adalah produktivitas masyarakat negara tersebut setiap
tahunnya . Produktivitas ini diukur oleh produk nasional bruto (PNB) atau gros national product dan product domestik bruto ( PDB) atau gros domestic product ( GDP). Karena PNB atau PDB mengukur basil keseluruhan dari sebuah negara, padahal besar negara/ jumlah penduduknya berlainan, untuk bisa memperbandingkan diapakai ukuran PNB/kapita atau PDB/ kapita. Dengan itu dapat dilihat berapa produksi rata-rata setiap orang dari negara yang bersangkutan.
Dengan tolok ukur ini kita dapat membandingkan negara yang satu dengan yang lainnya. Misalnya sebuah negara yang mempunyai PNB/Kapita/Tahun sama dengan US $750 dianggap lebih berhasil pembangunannya dari pada negara lain yang PNB/Kapita/tahunnya US $500.
Dengan demikian pembangunan disini diartikan sebagai jumlah kekayaan keseluruhan sebuah negara atau bangsa.
2. Pemerataan
Aspek ini digunakan untuk menghilangkan suatu pandangan bahwa kekayaan yang dimiliki oleh suatu bangsa , berarti kekayaan itu merata dimiliki oleh semua penduduknya. Karena boleh jadi pada sebuah negara ada sekelompok orang atau sebagian kecil masyarakat yang sangat kaya, tetapi sebagian besar penduduk negara tersebut terdiri dari orang-orang miskin. Sebab mungkin kemiskinan sebagian besar masyarakat tertutupi oleh kekayaan yang luar biasa sebagian kecil masyarakat.
Oleh karena itu alat ukur (pemerataan) ini digunakan dalam ukuran pembangunan suatu bangsa , bukan hanya PNB/Kapita saja. Secara sederhana pemerataan ini diukur dengan melihat berapa persen dari PNB diraih oleh 40 % penduduk termiskin, berapa prosen oleh 40 % penduduk kelas menengah, dan berapa prosen oleh 20 % penduduk terkaya. Jika terjadi ketimpangan yang luar biasa, misalnya 20 % penduduk terkaya meraih lebih dari 50 % PNB , sedangkan sisanya dibagi antara 80 % penduduknya, ketimpangan antara orang-orang kaya dan miskin dianggap besar.
Cara lain untuk mengukur ketimpangan pembagian pendapatan masyarakat adalah dengan indeks gini. indeks ini diukur dalam angka antara 0 dan I.Bila indeks gini sama dengan 1 , terjadi ketimpangan yang maksimal. Bila 0 ketimpangan tidak ada, Jadi semakin kecil indeks gini, semakin kecil ketimpangan pembagian pendapatan dalam masyarakat. Indeks gini yang lebih besai dari, 0,5 dianggap sebagai ukuran bagi kesenjangan pemerataan yang tinggi. Kesenjangan yang moderat dicerminkan bila indeks gini yang diperoleh berkisar antara 0,4 dan 0,5. Sedangkan indeks Gini yang lebih kecil dari 0,4 dianggap sebagai ukuran bagi kesenjangan pemerataan yang keeil.
3. Kualitas Kehidupan.
Cara lain untuk mengukur kesejahteraan penduduk sebuah negara adalah dengan menggunakan tolok ukur PLQI ( phisical quality of life index). Alat ini diperkenalkan oleh moris yang mengukur tiga indikator, Yakni: (1) rata-rata harapan hidup sesudah umur satu tahun,(2) rata-rata jumlah kematian bayi, dan (3) rata-rata prosentasi buta dan melek hurup.
Pertama ,ngka 100 diberikan bila rata-rata harapan hidup mencapai 77 tahun, sedangkan angka 1 diberikan bila rata-rata harapan hidup hanya mencapai 28 tahun. Kedua angka 100 diberikan bila rata-rata kematian adalah 9 untuk setiap 1000 bayi; angka 1 bila rata-rata angka kematian adalah 299. Ketiga , angka 100 diberikan bila rata-rata prosentasi melek aksara, mencapai 100 % , angka 0 diberikan bila talc ada melek aksara di negara tersebut. Angka rata-rata dari ketiga indikator ini , yakni harapan hidup, kematian bayi dan melek aksara, menjadi PQLI yang besarnya antara 0 sampai 100. Atas dasar ini dapat disusun sebuah daftar urut dari negara-enagar sesuai dengan prestasi PQLI nya.
Tolok ukur ini tentu saja tidak berarti tanpa kritik, karena sebenarnya masih banyak indikator yang bisa dimasukan kedalam indeks ini.
4. Kerusakan lingkungan.
Seringkali terjadi pembangunan yang dilaksanakan ternyata tidak memiliki daya kelestarian lingkungan/ alam yang memadai. Sebuah negara yang tinggi produktivitasnya , dan merata pendapatannya boleh jadi dan bisa saja berada dalam sebuah proses menjadi miskin. Misalnya karena pembangunan yang berproduktivitas tinggi tidak memperdulikan lingkungannya. Lingkungan rusak, sumber-sumber alam terkuras habis .
Oleh karena itu kriteria keberhasilan pembangunan yang paling baru dimasukan faktor kerusakan lingkungan dimasukan sebagai paktor yang menentukan. Apalah artinya pembangunan yang berproduktivitas tinggi, semntara lingkungan juga tercemar , sumber –sumber alam terkuras habis dan tanpa menyisakannnya untuk dinikmati oleh para anak cucu kita dikemudian hari.
5. Keadilan sosial dan pembangunan
Faktor keadilan sosial berfungsi untuk melestarikan pembangunan ini, supaya berlangsung secara terns menerus. Faktor lingkungan dan faktor keadilan sosial Baling berkaitan. Faktor keadilan sosial bukab hanya atas pertimbangan moral dimasukan sebagai salah satu paktor pendukung, tetapi berkaitan erat dengan kelestarian pembangunan juga. Sebab bila terjadi kesenjangan yang terlalu mencolok antara orang-orang kaya dan orang miskin, masyarakat akan cenderung rawan secara politis. Pada ahirnya mungkin Baja terjadi gejolak politik yang bisa menghancurkan hasil dari pembangunan itu sendiri. Demikian seperti dikatakan Dr. Arief Budiman dalam, bukunya teori pembangunan dunia ketiga.

Modernisasi dan Pembangunan
Pembangunan adalah usaha manusia untuk menyongsong masa depan yang lebih balk dalam segala bidang. Maka dalam rangka pembangunan itu sendiri modernisasi dalam segala bidang diperlukan adanya untuk mencapai tahap-tahap pembangunan secara lebih berarti / signifikan. pembangunan dilaksanakan oleh manusia , berbeda dengan pembangunan yang dilaksanakan oleh mesin . Mesin dikendalikan oleh manusia untuk mempercepat pembangunan. Modernisasi sebagai trend dunia abad ini" akan semakin menghebat pada abad XXI yang dimotori oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ".(H.A.R Tilaar,1997;97). Kita akui bahwa modernisasi dengan konotasi baik dan  buruknya berasal dari dunia barat. Dunia timur  dan kebudayaan barat  telah melahirkan ilmu dan kebudayaan. Oleh karena itu pendekatan terhadap modernisasi itu dilakukan secara interdisipliner , melalui berbagai disilin i1mu. Hal itudisebabkan karena beragamnya pola pikir yang dikandungnya. Oleh karena itu "teori modernisasi klasik dipengaruhi oleh pemikiran sosiologi,ekonomi,dan juga politik.(Suwarsono,Alvin,1994 :12)
Smelser , seorang sosiolog, mengajukan pertanyaan mengenai : apa pengertian modernisasi , bagaimana modernisasi terjadi dan apa perbedaan masyarakat tradisional dan moderen. Bagaimana prospek modernisasi negara dunia ketiga, dan apa akibat lebih lanjut dari proses modernisasi.
Menurut smelser     modernisasi akan selalu melibatkan diferensiasi struktural".la menekankan pembagian struktur fungsi masyarakat untuk menjalankan suatu fungsi yang lebih husus. Dengan adanya diferensiasi struktural pelaksanaan fungsi akan dapat dijalankan secara lebih efisien.Pada masa lalu struktur keluarga tradisional memiliki struktur yang rumit. Keluarga pada waktu selain bertanggung jawba kepada regenerasi, juga terhadap produktivitas kerja , pendidikan , kesejehteraan, .juga pendidikan agama. Didalam masyarakat moderen instritusi keluarga telah mengalami diferensiasi struktural. Dengan cirinya, struktur yang sederhana, berukuran. kecil. Keluarga moderen tidak lagi menjalankan sernua fungsi yang dijalankan oleh keluarga masyarakat tradisional . Sebagai gantinya perannya digantikan oleh institusi lain yang menjalankan tugas secara spesifik . "Setiap lembaga baru yang terbentuk secara husus menyediakan dan bertangung jawab untuk melaksanakan tugas tertentu".Namun kritik pada teori ini yaitu masyarakat tradisional tidak terjadi integrasi dalam pelaksanaan berbagai fungsi, karena fungsi tersebut dilaksanakan dalam satu unit keluarga . Oleh karena itu dalam teori diferensiasi struktural ini perlu dibuat lembaga baru, sebagai jembatan untuk menghubungkan antara pencari -kerja dengan lapangan kerja (ekonomi/ perusahaan), serta lembaga perlindungan tenaga kerja.
Rostow, seorang ekonom. mengemukakan ada lima tahap pembangunan
a. Masyarakat Tradisional
b. persiapan Lepas Landas
c. Tahap Lepas Landas
d. Tahap Bergerak Ke Kedewasaan
e. Jaman Konsumsi Masal Yang Tinggi
Bahwa masyarakat berkembang dengan pertumbuhan linear dari masyarakat tradisional menuju masyarakat yang maju.
Kemudian Coleman, seorang politikus mengatakan bahwa  dieferensi politik perlu dijalankan bagi suatu komunits maasyarakat, itu menyangkut pembedaan agama-agama, pembedaan ideologi dengan agama. Yang dimaksud dengan diferensiasi politik menurut coleman, ialah sebagai proses progresif (pembedaan)dan upaya spesialisasi atas peran kelembagaan politik  pada ahirnya, coleman berpendapat diferensiasi politik akan membuat terciptanya situasi saling terkait dan tergantung yang sehat berkesinambungan antar lembaga politik. Selanjutnya Coleman mengatakan bahwa prinsip kesamaan dan keadilan merupakan etos masyarkat moderen. Usaha pembangunan politik yang berkeadilan akan membawa akibat peda perkembangan kapasitas sistem politik. Baginya modernisasi harus dilihat sebagai Usaha progresif penguatan sistem politik
Pada dasarnya modernisasi itu tidak sama dengan westernisasi. Modernisasi bisa berlaku umum atau universal . Bisa diterapkan dibelahan bumi manapun; tidak terbatas oleh ruang atau paktor geografis . Sedangkan Westernisasi dari pengertian katanya pun sudah dibatasi oleh paktor geografi, yaitu dari akar kata" west, yaitu barat / sebelah/ atau bagian barat, sedangkan westernisasi , dari kata westernization, yang berarti pembaratan ". (M. Echols, et all, 1996, 643)). Atau dengan kata lain menjadikan sesuatu kebarat-baratan, baik tingkah laku, kebiasaan ataupun pola pikir dan lainnya.
Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa tidak semua apa yang datang dari barat bisa diterapkan pada dunia ketiga , terutama di Indonesia . Artinya ada sebagian yang bisa diterapkan dan ada juga yang harus dibuang. Hal tersebut trejadi karena perbedaan geograifis, perbedaan nilai nilai kebudayaan, serta perbedaan nilai-nilai agama .
Yang perlu dilihat sebagai suatu yang harus ditiru oleh Negara Dunia Ketiga yaitu Dunia barat konsisten dengan investasi ,baik untuk jangka panjang maupun jangka pendek. Hasil hasil keuntungan komersial dari produksi tidak dihabiskan untuk konsumsi semata, tetapi mereka tanamkan untuk mengembangkan penelitian yang berkesinambungan, bukan untuk penelitian itu sendiri, tetapi untuk meningkatkan produksi dan pangsa pasar.
Mencintai dan menghargai ilmu pengetahuan serta teknologi,dan menempatkannya pada kedudukan yang terhormat dalam kehidupan. Dunia barat menghargai profesionalisme seseorang ,bukan sekedar ijazah formal. Hal ini akan menjadikan seseorang sesuai dengan keahliannya dalam paktor produksi , serta sistem dibangun atas dasar kemampuan seseorang, bukan atas dasar hubungan kekeluargaan.
Hal lain yang perlu ditiru oleh Dunia ketiga ialah :, penghargaan terhadap waktu sebagai bagian dari penghargaan terhadap hidup itu sendiri . Artinya menempatkan waktu sesuai dengan proporsinya, waktunya bekerja, digunakan untuk bekerja, waktunya istirahat, digunakan sebaik-baiknya untuk istirahat. Dalam paktor produksi penghargaan terhadap waktu , justru untuk meningkatkan nilai hasil dari produk itu sendiri , sehingga produk optimum bisa dicapai untuk mampu bersaing dalam pasar global.
Satu hal yang perlu dicermati ialah, bahwa pada ahirnya pembangunan atau modernisasi itu adalah pembangunan manusianya. " Bagaimanapun juga pembangunan harus ditujukan pada pembangunan manusia, manusia yang dibangun adalah manusia yang kreatif (Arief Budiman, 1996; 14).Modernisasi itu sendiri adalah dalam rangka menciptakan manusia moderen. Alex inkeles memberikan enam ciri manusia moderen yang mempunyai karakteristik, diantaranya : bersikap terbuka selalu berkeinginan untuk mencari sesuatu yang baru, manusia moderen percaya terhadap ilmu pengetalwan termasuk percaya akan mampu menaklukan alam semesta. Ciri ciri manusia moderen tersebut bisa diterapkan disetiap negara . " Dengan kata lain kriteria yang digunakan untuk batasan modernitas .... dapat digunakan untuk menentukan batasan manusia moderen dinegara lain ( Suwarsono, 2000:30)

Referensi :
1.    Amidhan, Drs.H, Ummat Islam dan Perubahan Zaman, Multiyasa & Co.Jakarta, 1997.
2.    Budiman,Arif, Dr. Teori Pembangunan Dunia Ketiga, Gramedia,Jakarta,2000.
3.    Sudjana, D, Pro.Dr. Pendidikan Luar Sekolah, Falah Production, Bandung, 2001.
4.    Tilaar, HAR, Prof,Pengembangan SDM. Dalam Era Globalisasi, Grassindo,Jakarta,2001.
5.    Tilaar, HAR, Prof. Pendidikan Kebudayaan dan Masyarakat Madani Indonesia,PT. Remaja Rosda Karya, Jakarta, 2001
6.    Suwarsno, Et.All .Perubahan Sosial dan Pembangunan, LP3ES, Jakarta, 1994.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar